lazdau-Ikhlas Melepasmu 20 Jan, 2021

Ikhlas Melepasmu

" Bagi kami, Ikhlas adalah suatu kunci untuk melepaskan kepergian ayah ke pangkuan Sang Ilahi. Walaupun terasa sulit, tapi kami akan terus berusaha membuat ayah bangga. Meskipun ia sudah tak ada di dunia."

Ibarat listrik bagi kehidupan, seperti itulah kehadiran orang tua untuk anak-anaknya. Sejak di dalam kandungan saat belum bias makan, kita menumpang makan dari nutrisi yang masuk ke tubuh ibu. Saat belum bias berjalan, ayah siap sedia menggendong atau memapah langkah kita ke arah yang di mau. 

Tapi ketika salah satu tiada, anak-anak akan memiliki sebuah ruang hampa dalam dirinya yang biasanya diisi oleh perhatian dan wujud-wujud kasih sayang yang ditunjukkan oleh ayah dan ibu untuk kita. Apalagi bagi seorang anak perempuan yang di tinggal sang tulang punggung keluarga, pasti akan lebih menyakitkan.

Saat ayah pergi untuk selamanya karena menghadap Sang Maha Pencipta,ia bukan hanya kehilangan seorang kepala keluarga, tapi juga cinta pertamanya. Rasa sedihnya berlipat ganda begitu menyesakkan di dada, perihnya bukan hanya teasa sehari, seminggu atau sebulan, sampai setahun dan bahkan bertahun-tahun pun masih akan terasa.

Dan inilah yang dirasakan oleh Syifa Anindya Dahayu dan Bilqis Aura Putri, kakak beradik yang mendapatkan Beasiswa Anak Berprestasi salah satu program Dompet Amanah Umat (DAU) yang tumbuh dan besar tanpa kehadiran sosok seorang ayah.

Syifa dan Bilqis, begitulah panggilan akrabnya. Ditinggalkan sang tulang punggung keluarga tepatnya dua tahun lalu. Bukan karena pergi merantau, tapi telah tiada akibat penyakit TBC yang diderita.  Kalau ditanya, seberapa rindu dengan ayahnya pasti mereka hanya diam sambil melihat foto dan menangis.

" Biasanya kalau Syifa dan Bilqis rindu dengan ayahnya, mereka langsung melihat foto dan menangis. Mungkin dengan begitu rasa rindu mereka akan sedikit terobati," tutur ibunya sambil berkaca-kaca.

Banyak kisah sedih dialami oleh mereka, salah satunya yakni Syifa yang baru beberapa bulan di tinggalkan ayahnya mendapatkan ejekan dari teman satu kelas yang membuatnya merasa sakit hati karena ucapannya.

" Ya, sempat dikata-katain sama teman-teman kalau Syifa sudah tidak punya ayah lagi, tapi Syifa hanya diam saja dan langsung menangis sesampainya dirumah." tambah ibunya

Ketika mendapat ejekan dari temannya karena sudah tak mempunyai seorang ayah, Syifa sama sekali tidak membalasnya. Terpenting sekarang bagi mereka adalah bagaimana caranya mewujudkan cita-cita menjadi seorang guru dan dokter agar sang malaikat tak bersayap bisa tersenyum bahagia.

Doakan Syifa dan Bilqis, semoga apa yang diinginkan serta diharapkan bisa terkabul dan terwujud agar bisa membahagiakan keluarga khususnya, alhamrhum sang ayah. 

Syifa Anindya Dahayu & Bilqis Aura Putri, Penerima Beasiswa Anak Berprestasi

 

0 Komentar

Leave a comment